Awal Judi Bola Dan Judi Togel Dilarang Diindonesia

Sedikit saya menbagikan artikel tentang dilarangnya judi bola dan judi togel  untuk pertama kali diindonesia dan judi yang dilegalkan pertama kali diindonesia.

Pertengahan tahun 1988, melalui dewan fraksi karya pembangunan dan dewan fraksi persatuan pembangunan menyatakan, SOB dan TSSB ( Tanda Sumbangan sosial berhadiah ) mengakibatkan dampak negative bagi masyarakat. Dengan alasan berkurangnya dana masyarakat perdesaan dan perekonomian daerah karena judi bola online dan judi togel.

Pertenganhan bulan juli 1988, melalui menteri Mensos DR.Haryati Soebadio dalam rapat kerja dengan komisi VII DPR menyatakan, kupon KSOB dan TSSB yang mendapatkan atau menyedot dana lebih kurang dari 962 Miliar yang didapatkan dari mastarakat. Artinya meningkat 4 kali lipat dibandingkan hasil penjualan tahun 1987. Pada tanggal 1 january 1989, SOB dan TSSB diberhentikan atau di ganti nama dengan permainan baru yang bernama Sumbangan Dermawan Sosial BErhadiah (SDSB), dengan tujuan menyumbang dana dengan itikat baik dan terbagi menjadi 2 kupon, dimana kupon A seharga 5000 dengan hadiah total 1 Miliar, dank upon B dengan harga 1000 rupiah dengan hadiah 3,6 juta. Kedua kupon ini ditarik undiannya setiap 2 minggu sekali dengan jumlah yang di edarkan 30 juta lembar kupon yang terdiri dari 1 juta lembar Kupon A dan Kupon B sbanyak 29 juta lembar.

Dari kupon-kuon itu, pajak penghasilan yang didapatkan dari judi bola dan judi togel yang harus dibayarkan tahun 1986 sebesar 2 Miliar, dan tahun 1987 sebesar 3 Miliar, tahun 1988 sebesar 4 miliar, dan tahun berikutnya sebesar 8 Miliar. Pada tahun 1991, berdasarkan kesepakatan bersama dengan DIrjen Pajak, Pelaksana dan Pengelola harus menbayar pajak pertambahan Nilai (PPN) sebesar 13 Miliar, Pajak hadiah dengan PPH 12 Miliar, sehingga total yang harus dikeluarkan untuk menbayar pajak adalah 25 Miliar.

Pada tanggal 25 November 1993, pemerintah mencabut dan menbatalkan semua izin untuk pemberlakuan SDSB untuk tahun 1994, Sebelum pembatalan ini terjadi demo besar-besaran oleh mahasiswa anti SDSB, sehingga menjadi pertimbangan yang menbuat seluruh izin dibatalkan.

Setelah itu, Dana masyarakat untuk olahraga ( Danura ), namun di tunda sementara hungga semua persoalan yang menyangkut penggalangan dana masyarakat itu jelas dan akurat, selain itu penundaan dilakukan dikarenakan menunggu keputusan dari Majelis Ulama Indonesia dan DPR.

Ada 3 hal yang diklarifikasi sebelum damura diluncurkan, yang pertama adalah penjualan damura tidak boleh terkait dengan judi, Kedua target penjualan harus kekalnagan menengah atas, dan ktiga dana yang terkumpul harus untuk olahraga sebanyak 6.5%. dan kontroversi damura mulai menghilang karena pertimbangan dari klarifikasi tersebut.

Setelah itu tanggal 1 agustus 2003 menteri sosial ( mensos ) H bachtiar Chamsyah meluncurkan sebuah kupon, kupon itu diberi nama asuransi kematian yang diterbitkan oleh departemen sosial ( Depsos ). Namun bukan dalam bentuk judi, seperti SDSB dahulu.

Kupon ini dijual seharga 3000 rupiah perlembar, dimana berlaku dalam seminggu, sehingga pembeli dari kupon ini selama dalam 1 minggu apabila tidak terjadi apa-apa maka akan mendapatkan santunan sebesar 7,5 juta.

Menteri mengeluarkan surat ini menurut keputusan nomor 673/HUK-UND tahun 2002. Izin yang diberikan dari departemen sosial ini adalah izin dari undian gratis bagi semua masyarakat yang menyaksikan pertandingan olahraga ataupun event yang dihitung mulai tanggal 1 Febuary 2004.

Persoalan perjudian selalu memunculkan pendapat yang berbeda, pertama judi online itu sesuai dengan ajaran agama dimana hokum nya haram, tidak tawar menawar. Sedangkan pendapat kedua malah mengatakan judi itu harus disikapi dengan realitis. Jika judi dilokalisasi, maka hanya merka yang memiliki banyak uang dan yang berkalangan atas yang bisa bermain disana.

Dalam sejarah judi yang pernah ada di Indonesia. Hanya mantan Gubernur Jakarta yaitu Ali sadikin tahun 1966 sampai 1977. Dialah yang melegalkan judi di jakarata dan menbuat sejarah perjudian Jakarta, dimana dia mengambil keuntungan dari perjudian itu untuk menbangun kota Jakarta yang modern.

Ali sadikin mengeluarkan ijin melalui undang-undang nomor 11 tahun 1957 yang memungkinkan pemerintah daerah mendapatkan izin untuk memungut pajak dari perjudian, dari ijin yang dikeluarkan itu Jakarta mendapatkan kantong kas yang besar yang mencapai 20 miliar.

Dalam sebuah memo yang beredar dari Ramadhan KH tertulis perjudian liar itu tidak akan bisa dimusnahkan dan di larang walaupun sudah dilarang oleh pemerintah, dikarenakan jika judi liar itu dilarang maka yang mendapatkan dan menikmati hasil dari judi itu hanya orang orang tertentu saja.

Sebenarnya perjudian liar itu masih ada setelah dilarang pada tahun 1993, ketika soeharto mendapat legitimasi penuh sebagai presiden, dia juga mencoba dan meluncurkan berbagai jenis judi di permainan yang ada di olahraga dengan berkedok pembinaan olahraga.

Inilah sedikit artikel yang saya berikan untuk anda dimana pertama kali judi di Indonesia dilarang, dan judi menjadi illegal yang mengakibatkan banyaknya Bandar agen judi yang menghilang dan tertangkap, dan dengan banyak upaya yang dilakukan oleh Bandar judi online dan dengan munculnya teknologi yang canggih sekarang judi masih bisa dinikmati secara online atau disebut juga agen judi online. Judi tidak akan bisa musnah begitu lah yang dikatakan oleh Ramadhan KH.